Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai World Heritage pada 2020

Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai World Heritage pada 2020

Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai World Heritage pada 2020

Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai World Heritage pada 2020
Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai World Heritage pada 2020

Tabuik Pariaman diusulkan untuk menjadi warisan dunia (World Heritage), yang dikelola oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO).

Perihal itu dikatakan oleh Walikota Pariaman, Genius Umar saat Press Conference iven Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2019.

“Tabuik Pariaman sudah ada sejak abad ke-18, dan pemerintah Kota Pariaman akan selalu merawat tradisi budaya tersebut, untuk itu, di tahun 2020 mendatang, kami akan mengusulkan agar Tabuik Pariaman ini masuk sebagai salah satu warisan dunia”, ujar Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan pernyataan di Press Conference event Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2019, Rabu (4/9/2019) di ruang rapat Walikota Pariaman.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

UNESCO sendiri adalah organisasi yang merawat dan mencatat warisan-warisan

yang ada di dunia, yang telah dinominasikan untuk program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee.

“Sebuah Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat Budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi berikutnya. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia”, tuturnya lebih lanjut.

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali di Padang Karbala.

“Menurut kisah yang diterima masyarakat secara turun temurun, dan yang ditulis

di dalam artikel-artikel, baik cetak dan online, bahwa Tabuik ini diperkirakan muncul di Pariaman sekitar tahun 1826-1828 Masehi, sama dengan traktat (perjanjian) london”, jelasnya.

“Jadi dengan adanya bukti sejarah tersebut, maka sudah selayaknya lah bahwa Tabuik Pariaman hendaknya dapat terus kita budayakan agar tak lekang oleh waktu dan zaman, dengan mendaftarkan sebagai salah satu Warisan Dunia”, tukasnya.

Genius Umar yang merupakan lulusan S3 IPB ini juga menjelaskan bahwa

untuk Festival Tabuik Pariaman 2019 kali ini agak sedikit berbeda, dimana kita juga akan membuat satu tabuik lenong untuk masing-masing kecamatan.

 

Baca Juga :