Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial

 

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial

1. Organisasi sosial masyarakat Mesopotamia terbahagi dua golongan yaitu :
a. Golongan Pemerintah
Terdiri daripada Raja, Ketua pendeta, ketua Tentera dan orang bangsawan.
b.Rakyat
· Terdiri daripada rakyat bebas, petani, artisan, dan pedagang.
· Hamba daripada tawanan perang.
2.Raja dalam sistem pemerintahan Mesopotamia berperanan sebagai:
a.Ketua kerajaan/pemerintah dan dianggap sebagai tuhan atau wakil tuhan dan pemilik negara kota, dikenali teokrasi.
b.Ketua Tentara
c.Ketua pendeta/agama
d.Berkuasa melantik pembesar terutama ahli keluarga dalam memegang jawatan di Zigurat.
e.Berkuasa dalam bidang ekonomi, pengutipan cukai tanah, hasil pertanian dan perniagaan.
f. Ketua pemerintahan dan dibantu golongan bangsawan yang ada ikatan kekeluargaan.
g.Masyarakatnya tidak menyembah raja saebagai Tuhan kecuali dalam zaman Raja Naramsin di Akkad – gelar diri Raja Empat Penjuru Alam.

Bangsa-Bangsa Pendukung Peradaban Mesopotamia

Bangsa Ubaid

Merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur.

Bangsa Sumeria (± 3000 SM)

Merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa Ubaid. Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka tetap akan bisa melakukan pengairan ke ladang-ladang mereka. Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni tertua adalah Ur dan kemudian Sumer.

Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai adanya banyak dewa. Dewa-dewa tersebut, antara lain, Uruk (Dewa Langit), Nippur (Dewa Bumi), dan Eridu (Dewa Air). Tempat untuk memuja para dewa tersebut adalah ziggurat. Bangsa Sumeria juga sudah mengenal tulisan, yaitu tulisan paku. Kebudayaan bangsa Sumeria akhirnya berakhir setelah pada tahun 2350 SM diserang oleh bangsa Akkad di bawah pimpinan Sargon. Bangsa Akkad adalah rumpun bangsa Semit.

Bangsa Akkad (± 2350 SM)

Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasil mengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia adalah raja Sargon. Memilih Agade sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad berbahasa semit. Bangsa Akkad memuja banyak dewa, dan juga memiliki cerita-cerita dongeng tentang kepahlawanan, seperti cerita tentang Adopa, Etana, dan Gilgamesh.

d.Bangsa Babilonia (±1900 SM)

Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak ± 97 kilometer di selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar adalah Hammurabi (1948-1905 SM). Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Agar dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan, misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: “Jika seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melakukan pencurian”.

Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai

karena ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia. Pada masa pemerintahan Hammurabi, kekuasaan Babylonia terbentang dari Teluk Persia sampai seberang wilayah Turki sekarang dan dari Pegunungan Zagros di timur sampai Sungai Khabur di Siria. Tetapi, sepeninggal Hammurabi wilayah Babylonia terpecah-balah dan akhirnya Babylonia (Lama) runtuh karena serangan dari bangsa Hitti (Hittit). Selanjutnya Mesopotamia diduduki dan diperintah oleh bangsa Kassi (Kassit).

Bangsa Assyria (±1200 SM)

Bangsa Assyria termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Gelar tersebut di dapat karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.

Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi

Dan setiap propinsi diperintah oleh gubernur yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar hubungan antara ibukota dan daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus. Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan sejarah.

Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Assyria, dan antaranya Raja Sargon I I, Raja Sennacherib, dan Raja Assurbanipal. Lambat laun Kerajaan Assyria semakin lemah. Hal ini diketahui oleh bangsa Chaldea yang berkembang di daerah Mesopotamia Selatan (bekas kekuasaan Kerajaan Babylonia Lama). Bangsa ini menyerang Kerajaan Assyria. Pada tahun 612 SM, Ibu Kota Niniveh berhasil dikuasai sehingga mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Assyria.

Bangsa Babilonia Baru

Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia. Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya. Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan.
Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan astrologi.

Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial). Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat membekas bagi bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu tahun 539 SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.

Sumber : https://dosen.co.id/

Persebaran Curah Hujan Di Wilayah Indonesia

Persebaran Curah Hujan Di Wilayah Indonesia

Indonesia juga ke dalam negara bersama dengan pengertian ciri ciri dan area sebaran iklim tropis san cuma mempunyai dua musim selama tahun, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Wilayah ekuatorial sangat mungkin terdapatnya penguapan dalam jumlah besar. Oleh dikarenakan itu, tidak heran jika hujan senantiasa turun dikala musim kemarau berlangsung. Hal itu juga dapat dukungan dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan bersama dengan jumlah lautan lebih besar dari daratan. Tingkat curah hujan jadi tinggi.

Persebaran Curah Hujan Di Wilayah Indonesia

Letak geografis Indonesia benar-benar memengaruhi pola curah hujan yang terjadi. Indonesia terletak pada 6° LS – 10° LU dan 95° BT – 141° BT. Rata-rata curah hujan Indonesia tiap-tiap tahunnya lebih dari 2,000 – 3,0000 mm per tahun. Frekuensi hujan pada tiap-tiap area berbeda, tergantung pada sebagian faktor, yakni:

Letak Daerah Konvergensi Antartopik (DKAT)

DKAT merupakan area bersama dengan suhu tertinggi dibandingkan bersama dengan area sekitarnya, atau disebut equator thermal. Suhu yang tinggi menyebabkan tingkat penguapan yang tinggi pula sehingga area selanjutnya benar-benar lembab, yang menyebabkan terjadinya hujan zenithal atau konveksi. DKAT bergerak tiap-tiap 14 hari dalam arah pergeseran antara utara dan selatan, dan senantiasa berada dalam lokasi tenang ekuatorial, yaitu antara 0-10° LS.

Arah Angin

Apabila arah angin sejajar pada garis pantai, tidak berlangsung pergantian suhu sehingga tidak akan berlangsung hujan. Apabila jumlah angin yang sejajar lebih banyak, maka area selanjutnya akan jarang turun hujan.

Bentuk dan Arah Lereng Medan

Medan yang berbukit-bukit atau gunung memkasa angin mesti bergerak naik turun. Hal ini menyebabkan sebagian uap air mesti hilang atau turun sebagai hujan sehingga agin jadi mudah dan mampu naik lewat bukit atau gunung.

Sedangkan lereng yang menghadap ke arah angin akan banyak mendapat hujan dibandingkan bersama dengan lereng yang membelakangi arah angin.

Jarak Perjalanan Angin di Atas Medan Datar

Angin yang membawa banyak uap air berasal dari arah lautan menuju daratan. Apabila permukaan area angin itu melalui cukup lebar dan datar (tanpa bukit atau undakan), mungkin penguapan akan lebih cepat, sehingga area yang dekat bersama dengan pantai atau laut saja yang akan dituruni hujan.

Letak Geografis Daerah

Dipengaruhi oleh garis lintang. Semakin jauh dari garis lintang 0°, suhu semakin rendah sehingga tidak berlangsung penguapan air. Landungan uap air dalam udara tidak banyak, menyebabkan hujan tidak banyak turun.

Penyebab terjadinya pergantian musim di Indonesia juga tergoda oleh angin muson barat dan angin muson timur. Lokasi Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan Australia menyebabkan terdapatnya perbedaan tekanan dari ke dua benua yang berubah-ubah, https://www.ilmubahasainggris.com/ menyebabkan terjadinya angin muson. Angin muson berganti arah tiap-tiap setengah tahun. Angin muson barat berasal dari benua Asia dan banyak punya kandungan uap air, sehingga turunkan hujan di atas lokasi Indonesia pada bulan Oktober sampai April. Sedangkan angin muson timur berasal dari benua Australia bersama dengan tekanan udara dari Australia lebih tinggi dibanding Asia. Angin ini lewat lebih banyak daratan dari lautan sehingga uap air dalam angin sedikit, menyebabkan musim kemarau di Indonesia pada bulan April sampai Oktober

Ada sebagian fakta yang mampu jadi asumsi dari faktor-faktor pendukung perbedaan jumlah curah hujan di Indonesia. Yang pertama, curah hujan di Indonesia bagian barat senantiasa lebih besar dibanding curah hujan di Indonesia bagian sedang maupun timur. Hal ini disebabkan angin muson barat banyak lewat tanah Indonesia barat dan layaknya yang kami ketahui bahwa angin muson barat membawa banyak uap air. Yang kedua, curah hujan tinggi berlangsung di area tinggi, yaitu berkisar pada lokasi bersama dengan ketinggian 600-900 m di atas permukaan laut, serta area pantai lokasi barat.

Yang ketiga, kala memasuki musim penghujan, hujan berganti dari barat ke timur bersama dengan pola berikut:

  • Pantai barat Sumatra sampai Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada bulan November.
  • Lampung dan Bangka yang letaknya lebih ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan Desember.
  • Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mendapat hujan terbanyak pada bulan Januari-Februari. Itu mengapa berita banjir di sebagian lokasi di Jawa banyak berlangsung pada bulan ini.

Persebaran curah hujan di Indonesia berbeda-beda. Terdapat area bersama dengan skala frekuensi hujan yang tinggi sekali, tersedia pula area yang sedikit sekali mendapat hujan. Berbagai segi pendukung telah dijelaskan, dan selanjutnya merupakan daerah-daerah tersebut.

  • Daerah bersama dengan curah hujan kebanyakan per th. tidak cukup dari 1000 mm
    Wilayahnya cuma meliputi 0,6% dari total luas Indonesia, terletak di kepulauan Indonesia sedang dan timur, yaitu Nusa Tenggara dan dua area di Sulawesi yaitu lembah Palu dan Luwuk.
  • Daerah bersama dengan curah hujan kebanyakan per th. antara 1000-2000 mm
    Meliputi sebagian Nusa Tenggara, sedikit lokasi di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.
  • Daerah bersama dengan curah hujan kebanyakan per th. antara 2000-3000 mm
    Disebut bersama dengan area bersama dengan curah hujan normal. Wilayahnya yakni, Kalimantan Selatan dan Timur, Sumatra Timur, Papua, Maluku, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  • Daerah bersama dengan curah hujan kebanyakan per th. lebih dari 3000 mm
    Kebanyakan berlangsung di dataran tinggi, yaitu Sumatra Barat, area pegunungan Papua bagian tengah, Kalimantan Tengah, serta sebagian lokasi di Jawa, Bali, Sumba, dan Lombok.